jump to navigation

Marhaban Ya Ramadhan Agustus 27, 2007

Posted by sukarnofaza in biasa.
trackback

Assalamu’alaikum wa rohmatullahi wa barokatuh.

Saudaraku…

Tidak terasa sebentar lagi Ramadhan akan menyapa kita,
Sudah siapkah kita menyambut kedatangan bulan yang barokah ini???

Semoga Allah SWT memberikan umur yang panjang kepada kita, sehingga kita bisa bertemu dengan bulan ramadhan tahun ini. Bulan yang kita rindukan keberkahan dan keagungannya.

Saudaraku…

Mari kita persiapkan diri kita untuk menghadapi bulan ramadhan tahun ini.

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa, sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa”. (QS.Al Baqarah : 183)

“Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu adalah yang paling taqwa”. (QS. Al Hujurat : 13)

Predikat taqwa ini tidak mudah diperoleh. Ia baru akan diperoleh manakala seseorang melakukan persiapan yang cukup, dan mengisi bulan Ramadhan ini dengan berbagai kegiatan yang baik dan mensikapinya dengan benar.

HAL YANG PERLU DIPERSIAPKAN
Minimal ada 3 hal yang perlu dipersiapkan dalam menyongsong bulan Ramadhan yang penuh berkah itu :

1. Persiapan Ruh dan Jasad
Dengan cara mengkondisikan diri agar pada bulan Sya’ban kita telah terbiasa dengan berpuasa. Sehingga kondisi ruhiyah imaniyah meningkat, dan tubuh sudah terlatih berpuasa. Dengan kondisi seperti ini, maka ketika kita memasuki bulan Ramadhan, kondisi ruh dan iman telah membaik, yang selanjutnya dapat langsung menyambut bulan Ramadhan yang mulia in dengan amal dan kegiatan yang dianjurkan. Di sisi lain, tidak akan terjadi lagi gejolak phisik dan proses penyesuaian yang kadang-kadang dirasakan oleh orang-orang yang pertama kali berpuasa, seperti : lemah badan, demam atau panas dingin dan sebagainya.

Rasulullah SAW menganjurkan kepada kita agar kita memperbanyak puasa sunah pada bulan Sya’ban ini dengan cara memberikan contoh langsung dan aplikatif. ‘Aisyah RA berkata : “Rasulullah SAW berpuasa, sampai-sampai kita mengiranya tidak pernah meninggalkannya”. (HR.Bukhari dan Muslim). Dalam riwayat lain dikatakan bahwa : “Beliau melakukan puasa sunah bulan Sya’ban sebulan penuh, beliau sambung bulan itu dengan Ramadhan”. (Hadits shahih diriwayatkan ulama hadits, lihat Riyadhush Shalihin, Fathul Bari, Sunan At Tirmidzi dan lain-lain). Anjuran tersebut dikuatkan lagi dengan menyebutkan keutamaan bulan Sya’ban. Usamah bin Zaid pernah bertanya kepada Rasulullah SAW. Katanya : “Ya Rasulullah, saya tidak melihat engkau berpuasa pada bulan-bulan yang lain sebanyak puasa di bulan Sya’ban ini ? Beliau menjawab : “Itulah bulan yang dilupakan orang, antara Rajab dan Ramadhan, bulan ditingkatkannya amal perbuatan kepada Allah SWT Rabbul ‘Alamin. Dan aku ingin amalku diangkat sedang aku dalam keadaan berpuasa”. (HR.An Nasai).

2. Persiapan Harta
Bulan Ramadan merupakan bulan muwaasah (bulan santunan). Sangat dianjurkan memberi santunan kepada orang lain, betapapun kecilnya. Pahala yang sangat besar akan didapat oleh orang yang tidak punya, manakala ia memberi kepada orang lain yang berpuasa, sekalipun cuma sebuah kurma, seteguk air atau sesendok mentega. Rasulullah SAW pada bulan Ramadhan sangat dermawan, sangat pemurah. Digambarkan bahwa sentuhan kebaikan dan santunan Rasulullah SAW kepada masyarakat sampai merata, lebih merata ketimbang sentuhan angin terhadap benda-benda di sekitarnya.

Hal ini sebagaimana diceritakan oleh Ibnu Abbas RA : “Sungguh, Rasulullah SAW saat bertemu dengan malaikat jibril, lebih derma dari angin yang dilepaskan”. (HR. Muttafaqun ’alaih). Santunan dan sikap ini sudha barang tentu tidak dapat dilakukan dengan baik kecuali manakala jauh sebelum Ramadhan telah ada persiapan-persiapan materi yang memadai.

3. Persipan Fikriyah(Ilmu)

Agar ibadah ramadhan bisa kita laksanakan dengan optimal, maka harus mempunyai ilmu ramadhan, maksudnya adalah ilmu-ilmu yang berhubungan dengan ibadah ramadhan. Seperti fikih puasa, fikih tarawih, fikih itikaf, fikih zakat, dan lain-lain sebagainya. Karena amal tanpa ilmu akan sia-sia.

Selamat menyongsong datangnya bulan ramadhan ayng mulia.

Wassalam
Sukarno

%d blogger menyukai ini: