jump to navigation

Empat Racun Hati

Empat Racun Hati

Oleh Abdullah Shalih Al-Hadrami

Setelah kita membahas materi tazkiyatun nufus (penyucian jiwa), pengertian
dan maknanya yang benar, serta amalan-amalan apa yang dapat mengantarkan
kita kepadanya, tidak kalah pentingnya membahas racun-racun hati. Akan
dibahas terlebih dahulu pendahuluannya sebelum menjelaskan apa saja
racun-racun itu.
Segala puji hanya bagi Allah. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah
kepada Rasulullah, keluarganya, para sahabat dan para pengikut yang setia
sampai hari kiamat. Amma ba’du. Allah berfirman,

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan
tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu
akan diminta pertanggungjawabnya. (Al-Isra’: 36)
Sesuatu yang paling mulia pada diri manusia ialah hatinya. Peran hati
terhadap seluruh anggota badan, ibarat raja terhadap para prajuritnya. Semua
bekerja atas dasar perintahnya dan tunduk kepadanya. Pada kemudian hari
nanti, hati akan ditanya tentang para prajuritnya. Sebab setiap pemimpin itu
bertanggung jawab atas yang dipimpinnya.

Rasulullah bersabda,

Ketahuilah, di dalam tubuh itu ada segumpal daging. Bila ia baik, maka baik
pulalah seluruh tubuh. Dan apabila ia rusak, maka rusak pulalah seluruh
tubuh. Ketahuilah, itu adalah hat. (HR. Bukhari dan Muslim)
Abu Hurairah berkata,

Hati adalah raja anggota tubuh. Dan anggota tubuh adalah para prajuritnya.
Apabila raja baik, maka baik pulalah para prajuritnya. Dan apabila raja
busuk, maka busuk pulalah para prajuritnya.
Hati adalah raja. Seluruh tubuh adalah pelaksana semua titahnya yang selalu
siap untuk menerima arahannya. Aktivitasnya tidak dinilai benar, jika tidak
diniatkan dan dimaksudkan oleh sang hati. Pada kemudian hari, hati akan
ditanya tentang para prajuritnya. Sebab setiap pemimpin itu bertanggungjawab
atas yang dipimpinnya.

Maka, memperhatikan dan meluruskan hati merupakan perkara yang paling utama
untuk diseriusi oleh orang-orang yang menempuh jalan menuju Allah. Demikian
pula, dengan mengkaji penyakit-penyakit hati dan metode mengobatinya,
merupakan bentuk ibadah yang utama bagi ahli ibadah.

Perumpamaan hati, ialah seperti sebuah benteng. Sedangkan syetan merupakan
musuh yang hendak masuk ke dalam benteng tersebut, hendak menguasai dan
merebutnya. Benteng tidak akan terlindungi, kecuali dengan menjaga
pintu-pintunya. Orang yang tidak mengetahui pintu-pintu itu, tidak akan bisa
menjaganya.

Jadi, seseorang tidak bisa mengusir syetan kecuali dengan mengetahui
pintu-pintu masuk yang dilewati syetan. Pintu-pintu masuk itu adalah
sifat-sifat manusia yang jumlahnya sangat banyak. Dan kami akan menyebutkan
empat pintu masuk syetan yang paling banyak tersebar dan berbahaya.

Ketahuilah, hati dapat rusak sebagaimana halnya badan. Dan setiap
kemaksiatan adalah racun hati. Ia menjadi penyebab sakit dan kehancurannya,
memalingkan dari kebaikan dan menambah parah penyakitnya.

Hati adalah pusat ilmu dan ketaqwaan, cinta dan benci, keragu-raguan dan
bencana. Dialah yang tahu tentang Allah, dan jalan menuju kepadaNya. Dan
anggota tubuh ini tidak lain hanyalah mengikuti dan berkhidmat kepadanya.

Para salaf memperoleh kemenangan yang besar dan sangat unggul. Tidak lain
karena kualitas mereka dalam ibadah-ibadah hati. Keistimewaan mereka dalam
hal ini tidak ada tandingannya. Abdullah bin Mubarak berkata,

Kulihat dosa-dosa itu mematikan hati

Membinasakannya mengakibatkan kehinaan

Meninggalkan dosa adalah kehidupan bagi hati

Selalu menjauhinya adalah yang terbaik bagi anda.
Allah berfirman,

(yaitu) pada hari harta dan anak-anak tidak bermanfaat, kecuali orang yang
datang kepada Allah dengan hati yang selamat. (Asy Syu’ara: 88 – 89)
Hati yang sehat adalah hati yang selamat. Hati yang selamat didefinisikan
sebagai hati yang terbebas dari setiap syahwat, keinginan yang bertentangan
dengan perintah Allah, dan dari setiap syubhat, ketidakjelasan yang
menyeleweng dari kebenaran.

Maka, barangsiapa menginginkan keselamatan dan kehidupan bagi hatinya,
hendaklah ia membersihkan hatinya dari pengaruh racun-racun itu. Kemudian
menjaganya, jangan sampai ada racun lain yang menggrogotinya.

Adapun jika tanpa sengaja ia mengambil salah satunya, ia mesti bersegera
untuk membuangnya dan menghapus pengaruhnya dengan cara bertaubat,
beristighfar dan mengerjakan amal shalih yang dapat menghapus kesalahan.

Yang dimaksud dengan empat racun hati yaitu:

1 Banyak bicara
2 Banyak memandang
3 Banyak makan dan minum
4 Banyak bergaul dengan sembarang orang

Keempat racun ini merupakan sumber yang paling banyak tersebar, dan paling
berbahaya bagi kehidupan hati.

Hati yang sehat adalah hati yang selamat, yaitu hati yang terbebas dari
setiap racun-racun yang membahayakannya. Siapa saja yang menginginkan
keselamatan bagi hatinya, hendaklah ia membersihkan hatinya dari pengaruh
racun-racun itu, emudian menjaganya. Apa saja racun-racun itu?

1. Banyak Bicara
Lidah mempunyai pengaruh yang sangat besar. Keimanan dan kekafiran bisa
tampak melalui lihad (syahadat). Barangsiapa melepaskan tali kendali
lidahnya, maka syetanpun akan memperdayanya dari segala penjuru, sehingga
menggiringnya menuju tepian jurang, kemudian menjatuhkannya sampai ke dasar.

Dari Mu’adz, dari Rasulullah bersabda,

Dan tiadalah yang menelungkupkan wajah atau batang hidung manusia ke dalam
api neraka, melainkan karena ulah lidahnya. 1
Banyak ayat Al Qur’an dan sabda Rasulullah serta ucapan salafush shalih yang
memperingatkan kita dari bahaya dan kerusakan lidah. Diantaranya firman
Allah,

Tiadalah suatu perkataan pun yang diucapkannya, melainkan ada di dekatnya
malaikat pengawas yang selalu hadir. (QS Qaf: 18).
Dari Sufyan bin Abdillah Ats-Tsaqafi berkata,

aku bertanya, “Ya Rasulullah, apakah yang paling anda takutkan terhadap diri
saya?” Beliau bersabda, “Ini.” sambil memegang lidahnya. 2
Dari Uqbah bin Amir berkata, “Ya Rasulullah, apakah keselamatan itu?” Beliau
bersabda, “Peliharalah lidahmu.” 3

Beliau bersabda pula,

Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang
baik atau diam. (HR. Bukhari dan Muslim)
Dari Abu Hurairah, bahwasanya ia mendengar Rasulullah bersabda,

Sesungguhnya, seorang hamba berbicara dengan sebuah pembicaraan yang jelas
(ia anggap biasa); ternyata hal itu membuat ia tergelincir ke dalam api
neraka lebih jauh dari pada jarak timur dan barat. (HR. Bukhari dan Muslim)
Dari Abdullah bin Mas’ud, ia berkata,

Demi Allah, tiada tuhan yang pantas disembah selain Dia. Tiada sesuatu pun
yang lebih pantas untuk dipenjara lebih lama, (kecuali) dari lidahku.
Beliau juga berkata,

Wahai lidah, berkatalah yang baik, kamu akan beruntung. Dan Diamlah dari
yang buruk, (maka) kamu akan selamat, sebelum kamu menyesal.
Dari Abu Darda’ berkata,

Berlakulah adil terhadap dua telinga dari lidah. Dijadikan untuk anda dua
telinga dan satu lidah, supaya anda lebih banyak mendengar daripada
berbicara.
Bencana lidah yang paling ringan yaitu berbicara tentang sesuatu yang tidak
berfaidah.

Simak racun hati berikutnya di antara empat racun hati yang sangat berbahaya
yaitu banyak memandang. Bagaimana definisi “banyak memandang”? Bagaimana
dalil-dalil serta peringatan dari Allah dan Rasul-Nya mengenai hal ini?
Bagaimana penjelasan para ‘dokter’ penyakit hati?

2. Banyak Memandang
Yang dimaksud dengan banyak memandang, yaitu melepaskan pandangan kepada
sesuatu dengan sepenuh mata, dan memandang kepada yang tidak halal untuk
dipandang. Allah berfirman,

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman, “Hendaklah mereka menahan
pandangannya dan memelihara kemaluannya”; yang demikian itu adalah lebih
suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka
perbuat.

Katakanlah kepada wanita yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandangan
mereka, dan memelihara kemaluan mereka, dan janganlah mereka menampakkan
perhiasan mereka kecuali yang (biasa) nampak dari mereka. Dan hendaklah
mereka menutup kain kudung kedada mereka, dan janganlah menampakkan
perhiasan mereka, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah
suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka,
atau saudara-saudara mereka, putera-putera saudara laki-laki mereka, atau
putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau
budak-budak yang mereka miliki atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak
mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti
tentang aurat wanita.

Dan Janganlah mereka memukulkan kaki mereka agar diketahui perhiasan yang
mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kepada Allah, hai orang-orang yang
beriman agar kamu beruntung. (QS An-Nur: 30 – 31)
Dari Abu Hurairah, dari Rasulullah bersabda,

Telah ditetapkan kepada manusia bagiannya dari perzinahan, ia pasti
melakukan hal itu. Kedua mata, zinanya ialah memandang. Kedua telinga,
zinanya adalah mendengar. Lidah, zinanya adalah berbicara, Tangan, zinanya
adalah memukul (meraba). Kaki, zinanya adalah melangkah. Hati, berkeinginan
dan berangan-angan. Dan yang membenarkan atau menggagalkan semua itu, adalah
kemaluan. 4
Dari Jarir berkata, Aku bertanya kepada Rasulullah tentang pandangan yang
tiba-tiba (tidak sengaja). Beliau menjawab, “Alihkan pandanganmu.” 5

Berlebihan memandang dengan mata, menimbulkan anggapan indah terhadap apa
yang dipandang dan mepertautkan hati yang memandang kepadanya. Selanjutnya,
terlahirlah berbagai kerusakan dan bencana dalam hatinya, diantaranya:

Pandangan adalah anak panah beracun di antara anak panah Iblis
Barangsiapa menundukkan pandangannya karena Allah, Dia akan memberikan
kepadanya kenikmatan dan kedamaian dalam hatinya, yang ia rasakan sampai
bertemu dengan-Nya.

Pandangan merupakan pintu masuk syetan
Sesungguhnya masuknya syetan lewat jalan ini melebihi kecepatan aliran udara
ke ruang hampa. Syetan akan menjadikan wujud yang dipandang seakan-akan
indah, menjadikannya sebagai berhala tautan hati.

Kemudian mengobral janji dan angan-angan. Lalu syetan menyalakan api
syahwat, dan ia lemparkan kayu bakar maksiat. Seseorang tidak mungkin
melakukannya tanpa ada gambaran wujud yang dipandangnya.

Pandangan menyibukkan hati, menjadikannya lupa terhadap hal-hal yang
bermanfaat baginya, dan menjadi penghalang antara keduanya.
Akhirnya urusannya pun menjadi kacau. Dia menjadi selalu lalai dan mengakui
hawa nafsunya. Allah berfirman,

Dan janganlah kamu taat kepada orang yang telah Kami lalaikan hatinya dari
dzikir kepada Kami dan mengikuti hawa nafsunya serta urusannya kacau-balau.
(QS. Al-Kahfi: 28)
Demikianlah, melepaskan pandangan secara bebas mengakibatkan tiga bencana
ini.
Para dokter hati (ulama’) bertutur,

Antara mata dan hati ada kaitan yang sangat erat. Bila mata telah rusak dan
hancur, maka hatipun rusak dan hancur. Hati seperti ini, ibarat tempat
sampah yang berisikan segala najis, kotoran dan sisa-sisa yang menjijikkan.
Ia tidak layak dihuni cinta dan ma’rifatullah, tidak akan merasa tenang dan
damai bersama Allah, dan tidak akan mau inabah (kembali) kepada Allah. Yang
bersemayam di dalamnya adalah yang berlawanan dengan semua itu.
Membiarkan pandangan lepas adalah maksiat kepada Allah dan dosa, sebagaimana
firmanNya pada Al-Qur’an surat An-Nur ayat 30 dan 31 yang telah disebutkan.

Allah berfirman,

Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat, dan apa yang disembunyikan
oleh hati. (QS Al-Mukmin: 19)
Membiarkan pandangan lepas menyebabkan hati menjadi gelap, sebagaimana
menahan pandangan menyebabkan hati bercahaya.

Bila hati telah bersinar, maka seluruh kebaikan dari segala penjuru akan
masuk ke dalamnya. Sebaliknya apabila hati telah gelap, maka berbagai
keburukan dan bencana akan masuk ke dalamnya, dari segala penjuru.

Seorang yang shalih berkata,

Barangsiapa mengisi lahirnya dengan mengikuti sunnah, mengisi batinnya
dengan muraqabah (merasa diawasi Allah), menjaga pandangannya dari yang
diharamkan, menjaga dirinya dari yang syubhat (belum jelas halal haramnya),
dan hanya memakan yang halal, firasatnya tidak akan meleset.

Mari kita lanjutkan ulasan selanjutnya mengenai 4 racun hati yang sangat
berbahaya bagi kehidupan hati kita. Dia adalah banyak makan dan minum. Hal
ini telah menjadi perhatian Rasulullah dan para ulama’. Banyak para ulama’
yang mengulas masalah ini dan memasukkannya ke dalam buku-buku mereka
mengenai tazkiyatun nufus. Bagaimana hadits Rasulullah dan penjelasan para
sahabat dan para ulama’?

3. Banyak Makan dan Minum
Nafsu perut adalah termasuk perusak yang amat besar. Nafsu ini pula, yang
menyebabkan Adam dikeluarkan dari Surga. Dari nafsu perut pula, muncul nafsu
kemaluan dan kecenderungan kepada harta benda. Yang akhirnya disusul dengan
berbagai bencana yang banyak. Semua ini berasal dari kebiasaan memenuhi
tuntutan perut.

Sedikit makan itu melembutkan hati, menguatkan daya pikir, serta melemahkan
hawa nafsu dan sifat marah. Sedangkan banyak makan, akan mengakibatkan
sebaliknya. Allah berfirman,

Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak
menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan. (QS Al-A’raf: 31)
Dari Miqdam bin Ma’di Karib berkata, Aku mendengar Rasulullah bersabda,

Janganlah manusia memenuhi sebuah tempat yang lebih buruk dari perutnya.
Cukuplah bagi manusia beberapa suapa (tiga sampai sembilan), untuk
menegakkan tulang punggungnya. Jika tidak bisa, maka sepertiga untuk makan,
sepertiga untuk minum dan sepertiga untuk bernafas. 6
Ibnu Abbas berkata,

Allah menghalalkan makan dan minum, selama tidak berlebih-lebihan dan tidak
ada unsur kesombongan.
Berlebihan dalam makan, dapat mengakibatkan banyak hal buruk. Ia
menggerakkan anggota tubuh untuk melakukan maksiat, serta menjadikannya
merasa berat untuk taat dan ibadah. Cukuplah dua hal ini sebagai suatu
keburukan.

Dari Utsman bin Za’idah berkata, Sufyan Ats-Tsauri berkirim surat kepadaku:
Apabila engkau ingin badanmu sehat dan ringan tidurmu, maka sedikitkanlah
makanmu.

Sebagian salaf berujar,

Sebagian pemuda Bani Israil berta’abud (berpuasa sambil berkhalwat). Bila
telah datang masa berbuka, salah seorang dari mereka berkata, “Jangan makan
banyak-banyak, sehingga minum kalianpun banyak. Lalu tidur kalian juga
banyak, akhirnya kalian banyak merugi.”
‘Aisyah meriwayatkan, sejak masuk Madinah, keluarga Rasulullah belum pernah
merasa kenyang oleh roti gandum selama tiga hari berturut-turut, sampai
beliau wafat. (HR. Bukhari dan Muslim)

Amir bin Qais berkata,

Berhati-hatilah engkau dari banyak makan. Karena hal itu menyebabkan
kerasnya hati.

Abu Sulaiman Ad-Darimi berkata, “Kunci dunia adalah kenyang, sedangkan kunci
akhirat adalah lapar.”

Al-Harits bin Kaladah -salah seorang pakar kedokteran Arab pada masa lalu
berkata, “Menjaga diri dari makanan (melebihi yang diperlukan), merupakan
pangkal penyakit.

Al-Harits berkata pula,

Yang membunuh manusia dan membinasakan binatang-binatang buas di dunia ini,
ialah memasukkan makanan di atas makanan sebelum selesai pencernaan.

Ibrahim bin Adham berkata,

Barangsiapa memelihara perutnya, akan terpeliharalah diennya (agamanya). Dan
barangsiapa mampu menguasai rasa laparnya, akan memiliki akhlak yang
terpuji. Sesungguhnya, kemaksiatan kepada Allah itu jauh dari seorang yang
lapar dan dekat dengan seorang yang kenyang.

4. Banyak Bergaul Dengan Sembarang Orang
Ini merupakan penyakit berbahaya yang mengakibatkan banyak keburukan. Ia
dapat menghilangkan nikmat dan menebarkan permusuhan. Ia juga menanamkan
kedengkian yang dahsyat, serta mengakibatkan kerugian dunia dan akhirat.

Dalam bergaul, hendaknya kita mengklasifikasikan (membagi) manusia menjadi
dua kelompok, yang baik dan buruk. Ketidakmampuan kita membedakan dua
kelompok ini, dapat membawa bencana. Allah berfirman,

Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zhalim menggigit dua tangannya,
seraya berkata, “Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama
Rasul. Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan fulan
itu teman akrab(ku). Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al-Qur’an,
ketika Al-Qur’an itu telah datang kepadaku.” Dan adalah syetan itu tidak mau
menolong manusia. (Al-Furqan: 27 – 29)

Allah berfirman pula,

Teman-teman akrab para hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang
lain, kecuali orang-orang yang bertaqwa. (Az-Zukhruf: 67)

Rasulullah bersabda,

Perumpamaan teman yang baik dan teman yang buruk, adalah seperti penjual
minyak wangi dan peniup api (pandai besi), adakalanya memberi anda (minyak
wangi), atau anda membeli darinya, atau anda mendapat bau wangi darinya.
Adapun peniup api (pandai besi), adakalanya membakar pakaian anda, atau anda
mendapatkan bau yang kuran gsedap darinya. (HR. Bukhari dan Muslim)

Rasulullah bersabda,

Seseorang itu mengikuti agama sahabatnya. Maka, hendaklah kalian
memperhatikan siapa sahabat kalian. 7

Rasulullah bersabda,

Janganlah anda berteman melainkan dengan orang mukmin dan janganlah memakan
makananmu, kecuali orang bertaqwa. 8

Berkata Umar bin Khathab,

Janganlah anda berjalan bersama orang fajir (yang bergelimangan dalam dosa),
karena dia akan mengajarkan kepada anda perbuatan dosanya.

Berkata Muhammad bin Wasi’,

Tiadalah tersisa dari kenikmatan dunia, selain shalat berjama’ah dan
berjumpa dengan teman (yang shalih).

Berkata Bilal bin Sa’ad,

Saudaramu yang selalu mengingatkanmu akan kedudukanmu di sisi Allah adalah
lebih baik bagimu, daripada saudaramu yang selalu memberimu dinar (harta
benda).

Berkata sebagian salaf,

Orang yang paling lemah (tercela), yaitu orang yang tidak mau mencari teman
(yang baik). Dan yang lebih lemah (tercela) daripadanya, ialah orang -yang
apabila telah mendapatkan teman (yang baik)- ia menyiakannya.

Alangkah bahagianya, apabila kita diberi rezki oleh Allah berupa teman yang
shalih. Teman yang selalu mengingatkan dan menasihati kita untuk tetap
istiqamah, sehingga kita selamat dari api neraka dan masuk ke dalam surga.
Itulah teman yang baik dan bermanfaat di dunia dan akhirat.

Semoga Allah senantiasa menyelamatkan hati kita dari segala racun dan
kotorannya, sehingga kita selalu bersih dan bersinah sampai berjumpa
denganNya. Amin, ya rabbal ‘alamin.

———————————————————-

Catatan Kaki

…1
HR. At Tirmidzi, Ibnu Majah dan Al Hakim, shahih.
…2
HR. At Tirmidzi, Ibnu Majah, Al Hakim dan Ad Darimi, shahih.
…3
HR. At-Tirmidzi, Ahmad, Ibnu Mubarak, shahih

…4
HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud, dan Ahmad.
…5
HR. Muslim, At-Tirmidzi, Ad-Darimi dan Ahmad.

…6
HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Al-Hakim, shahih.
Sebagai penutup dari artikel ini, simak racun hati yang terakhir yaitu
“Banyak bergaul dengan sembarang orang”. Agama seseorang dapat diketahui
dari agama sahabatnya. Bagaimana seorang dapat mempengaruhi / dipengaruhi
oleh sahabatnya? Bagaimana perkataan dan tanggapan para alim ulama’ mengenai
hal ini?

…7
Hadits hasan, diriwayatkan Ahmad, Abu Dawud, At-Tirmidzi.
…8
HR. Ahmad, At-Tirmidzi dan Abu Dawud dengan sanad yang hasan.

Maraji’
1
Al-Misbahul Munir Fi Tahdzib Tafsir Ibn Katsir, Jama’ah Minal Ulama’, Isyraf
Asy-Syaikh Shafiyyur Rahman Al-Mubarakafuri, Daar As-Salam, Riyadh.
2
Tazkiyatun Nufus, Syaikh Ahmad Farid, Edisi revisi hanya memuat
hadits-hadits shahih. Cetakan tahun 1419H / 1998M, Daar Al-Aqidah Litturats,
Iskandariyah.
3
Tazkiyah An-Nafs, Syaikh Ahmad Farid, Edisi lama (belum direvisi),
terjemahan Indonesia. PenterjemahL Imtihan Asy-Syafi’i, Pustaka Arafah.
4
Jami’ Al-Ulum Wal Hikam, Ibnu Rajab, tahqiq Syu’aib Al-Arnauth dan Ibrahim
Bajis, Muassasah Ar-Risalah, Beirut.
5
Al-Mukhtar Lil Hadits Fi Syahri Ramadhan, Majmu’ah Thalabatil Ilmi, Rabithah
Alam Islami.

Dikutip dari majalah As-Sunnah 09/VII/1421H

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: