jump to navigation

Riyadhus Shalihin

IMAM NAWAWI
Riyadhus Shalihin
Sumber : PUSTAKA AMANI-JAKARTA

MUKADIMAH

Segala puji bagi Allah , Tuhan Yang Maha Esa, Maha Perkasa, Maha Mulia lagi Maha Pengampun. Zat yang merubah malam menjadi siang, sebagai peringatan bagi orang-orang yang berpikir, juga sebagai wawasan bagi mereka yang mau mengambil pelajaran.

Allah adalah Zat ayng menyadarkan tidak hanya orang-orang yang dipilih diantara makhluk-makhlukNya. Allah tidak hanya menyibukkan mereka untuk memperhatikan masalah keduniawian, tetapi mereka juga disibukkan untuk selalu taat kepadaNya, yaitu menggunakan akal pikiran yang benar, senantiasa mencari bimbingan dan petunjukNya.

Ia juga memberi pertolongan kepada mereka untuk meninggalkan perbuatan-perbuatan dosa dan memberi pertolongan untuk menghindarkan apa yang menimbulkan murka Allah dan menyebabkan kebinasaan diri. Kemudian, menjaga semua itu untuk tidak mudah terombang-ambing oleh perkembangan situasi dan kondisi yang tidak menentu.

Saya memuji kepada Allah setulus hati dan selalu berusaha untuk meningkatkannya. Saya bersaksi bahwa tida Tuhan yang wajib di sembah selain Allah, Zat yang selalu berbuat baik, Zat yang Maha Mulia, Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusanNya, kekasih dan kesayanganNya, yang membimbing manusia ke jalan yang benar. Rahmat dan kesejahteraan Allah semoga tetap dilimpahkan pada nabi Muhammad, nabi-nabi yang lain, keluarga dan orang-orang yang saleh.

Allah Ta’ala berfirman : QS. 51:56~57
56. dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.
57. aku tidak menghendaki rezki sedikitpun dari mereka dan aku tidak menghendaki supaya mereka memberi-Ku makan.

Ayat ini menjelaskan bahwa jin dan manusia diciptakan oleh Allah untuk beribadah. Oleh karena itu, seharusnya manusia memperhatikan hikmah dan tujuan dari kejadian diri mereka, serta mengabaikan tipu daya dunia dengan zuhud(menjauhkan diri dari hal-hal yang bersifat duniawi), karena pada hakikatnya dunia ini adalah fana. Dengan demikian hanya orang-orang yang sadar sajalah yang akan melaksanakan ibadah dan orang-orang yang sehat pikirannya dapat zuhud terhadap dunia.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: